Tips Memilih Arsitek yang Tepat biar Terhindar dari yang Abal-abal

Saat membangun rumah, kamu pasti membutuhkan peran arsitek untuk memvisualisasikan konsep dan memastikan proyek berjalan lancar. Namun, banyak orang kesulitan dalam memilih arsitek yang kompeten dan bisa dipercaya.

Menurut arsitek Denny Setiawan, masyarakat kini bisa mencari arsitek melalui internet. Kamu dapat mengenal sosok arsitek lebih dalam sekaligus mempelajari karya-karyanya secara langsung. Untuk memudahkan proses pencarian, berikut beberapa langkah penting yang perlu kamu perhatikan.


1. Tentukan Konsep Rumah Sejak Awal

Sebelum memilih arsitek, tentukan terlebih dahulu konsep atau gaya rumah yang ingin kamu bangun. Langkah ini menjadi kunci dalam menemukan arsitek yang tepat, karena setiap arsitek memiliki keahlian di bidang yang berbeda โ€” seperti klasik, modern, industrial, dan lain-lain. Ketika kamu sudah tahu konsepnya, arsitek akan lebih mudah menerjemahkan keinginan menjadi desain yang sesuai.


2. Pilih Arsitek Bersertifikat dan Periksa Portofolionya

Setelah menentukan konsep, carilah arsitek yang sesuai dengan kebutuhan. Pastikan arsitek tersebut memiliki Surat Tanda Registrasi Arsitek (STRA) yang masih berlaku. Denny menyarankan agar kamu mengecek situs Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) untuk melihat daftar arsitek bersertifikat.

โ€œSering kali yang muncul bukan portofolionya. Jadi, menurut saya yang paling penting adalah melihat portofolio atau proyek terakhir yang dikerjakan oleh arsitek itu,โ€ ujar Denny kepada detikProperti (28/5/2025).

Kamu juga bisa memeriksa media sosial atau situs arsitek. Banyak arsitek membagikan detail karya mereka di sana. Jika arsitek memiliki studio sendiri, biasanya mereka menampilkan proyek-proyek yang sedang atau sudah mereka selesaikan di situs resmi.

Jika kamu menemukan arsitek yang sudah lama tidak mengerjakan proyek, periksa kembali keabsahan STRA-nya. Apabila STRA masih aktif, tidak ada salahnya mencoba bekerja sama. Perlu diketahui, STRA berlaku selama lima tahun, dan selama masa berlaku tersebut, arsitek tetap legal untuk menjalankan pekerjaan profesional.


3. Minta Testimoni dari Klien Sebelumnya

Karena pembangunan rumah bisa berlangsung berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, kamu perlu mengenal kepribadian dan kebiasaan kerja arsitek. Langkah ini penting untuk mencegah konflik atau kesalahpahaman selama proyek berjalan.

โ€œMinta arsiteknya untuk memperkenalkan kamu kepada klien yang sedang mereka tangani. Kalau arsiteknya profesional, dia akan terbuka dan tidak keberatan memberikan rekomendasi,โ€ jelas Denny. Dengan cara ini, kamu bisa mempelajari bagaimana arsitek tersebut berinteraksi dan bekerja dari pengalaman langsung para kliennya.


4. Bersikap Jujur dan Terbuka

Denny menekankan bahwa setiap arsitek berkomitmen mewujudkan konsep kliennya. Mereka juga dilatih untuk berpikir jauh ke depan, termasuk dalam memilih material yang aman atau menawarkan alternatif desain yang sesuai. Arsitek bahkan bertindak layaknya pengacara yang melindungi kepentingan klien dan memastikan keselamatannya menjadi prioritas utama.

Karena itu, klien perlu bersikap terbuka. Sampaikan dengan jujur konsep yang kamu inginkan dan berikan penilaian secara langsung terhadap ide-ide yang diajukan arsitek. Komunikasi yang jelas akan membantu menghindari kesalahan selama proses perencanaan hingga tahap pembangunan.

Sayangnya, banyak klien yang berubah pikiran di tengah jalan dan meminta revisi desain ketika pembangunan sudah berjalan. Perubahan ini bisa menambah biaya sekaligus memperpanjang waktu pengerjaan. Jika kamu sudah memiliki referensi desain sejak awal, proses kerja akan menjadi jauh lebih efisien.


Peran Penting Seorang Arsitek

Denny menegaskan bahwa tugas arsitek bukan hanya menggambar atau merancang, tetapi juga memastikan seluruh desain dapat terwujud menjadi bangunan nyata. Karya arsitek sejatinya bukan sekadar gambar โ€” melainkan bangunan yang berdiri kokoh dan fungsional.

Oleh karena itu, arsitek akan terlibat dalam setiap tahap pembangunan, mulai dari perencanaan awal hingga pengawasan akhir. Mereka tidak bekerja sendirian. Dalam prosesnya, arsitek berkolaborasi dengan insinyur sipil, kontraktor, desainer interior, dan tukang bangunan. Kolaborasi ini penting agar setiap tahap pembangunan ditangani oleh ahli di bidangnya masing-masing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *